COVID-19 dan Penundaan Masa Koas

Meskipun sangat bersemangat untuk memulai masa klinis sebagai Ko-Asisten (Koas) di Rumah Sakit, aku harus memaklumi keadaan yang sangat tidak memungkinkan sekarang. Apalagi kalau bukan karena virus corona alias COVID-19.

Apa itu COVID-19?

Corona virus adalah keluarga besar virus yang dapat mengakibatkan penyakit pada hewan dan manusia. Pada manusia, beberapa virus corona telah diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari salesma hingga penyakit yang lebih berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). COVID-19, adalah virus dari keluarga ini yang paling baru (WHO, 2020)

Virus ini merebak dari Wuhan, China sejak bulan Desember 2019 lalu. Saking parahnya, pemerintah menerapkan lockdown di kota tersebut untuk mencegah luasnya penularan penyakit tersebut.

COVID-19 dan masa koas
Sumber gambar : economictimes

Penyebaran COVID-19

Penyebarannya yang cepat melalui droplet dan udara (berdasarkan informasi terbaru) membuat banyak negara kelimpungan membatasi ruang gerak virus ini. Tercatat sudah 166 negara dengan 207 ribu kasus terkonfirmasi (18/3), termasuk Indonesia.

Data terkini dari WHO mengenai COVID-19
Data terkini dari WHO mengenai penyebaran COVID-19

Gejala COVID-19

Virus ini ibarat pembunuh tak kasat mata yang menyerang paru-paru. Gejalanya yang tidak begitu khas untuk dibedakan dari flu biasa membuat orang-orang tidak begitu mengetahui apa yang terjadi pada mereka. Membingungkan.

Gejala utama infeksinya termasuk gejala pernafasan, demam, batuk, sesak nafas dan nafas pendek. Pada kasus yang lebih berat, infeksi dapat menyebabkan penumonia, ISPA, gagal ginjal dan bahkan kematian.

Gejala-gejala tersebut biasanya ringan dan kemudian meningkat bertahap. Beberapa orang terinfeksi namun tidak tampak gejala dan tidak terlihat sakit. Sebagian besar orang (kurang lebih 80%) pulih dari penyakit tersebut tanpa membutuhkan pengobatan khusus. Lansia, orang dengan masalah medis seperti hipertensi, masalah jantung, atau diabetes lebih mungkin mengalami perburukan keadaan.

Mencegah Penyebaran COVID-19

Untuk mencegah penyebarannya, hal yang penting dilakukan tentu menjaga kesehatan diri sehingga tidak tertular. Hal ini bisa dilakukan dengan mengurangi aktivitas diluar rumah, dan dengan memakai alat perlindungan diri ketika keluar rumah.

Bagaimana dengan yang beraktivitas di Rumah Sakit, tempat yang sudah pasti memiliki risiko infeksi tinggi? Tentu harus disediakan alat perlindungan diri (APD) yang lengkap.

APF yang harus digunakan untuk mencegah penularan COVID-19
Sumber gambar : cnn indonesia

Kalau lihat foto-foto para petugas rumah sakit di Wuhan, semua memakai APD yang menutupi tubuh dari ujung kepala ke kaki. Selain mencegah virus masuk ke jalan masuk utama seperti mulut/hidung/mata/luka terbuka, penting juga untuk mencegah virus menempel di pakaian/rambut.

Dengan memakai APD, ada rasa aman yang dirasakan penggunanya saat melakukan tugas merawat orang-orang yang sakit.

Belajar dari Rumah dan Kontribusi terhadap Dunia Medis

Kembali ke situasi sekarang, aku seharusnya masuk masa Koas dua minggu lagi. Di jadwalkan tanggal 29 Maret sudah siap masuk rotasi. Tapi apa mau dikata, situasi tidak memungkinkan untuk belajar.

Risiko terinfeksi dan menularkan tinggi, sementara kami yang masih baru dan bahkan butuh bimbingan tidak mungkin langsung terjun.

Ada pertimbangannya. Termasuk apakah APD cukup bahkan untuk koas yang notabene bukan pegawai rumah sakit tapi hanya mahasiswa yang menimba ilmu.

Masa koas yang tertunda karena COVID-19
Pertama kali pake jas lab aka snelli putih panjang (12/03)

Karena itu aku menerima keputusan kampus yang merumahkan semua mahasiswa koas. Ikut himbauan untuk berdiam dirumah selama 2 minggu.

Setelah dua minggu inipun, aku masih belum tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Karena jika ada himbauan ini maka setelah 2 minggu pun kami masih harus menunggu teman-teman yang sudah lebih dahulu masuk koas untuk menyelesaikan rotasinya, baru kami bisa masuk.

Dengan adanya himbauan ini, kami diminta untuk tetap belajar di rumah. Mempersiapkan diri. Bagaimanapun, tujuan akhir kami adalah menjadi dokter. Sehingga harus siap bekerja dalam kondisi yang berisiko sekalipun.

Cita-cita masa koas yaitu dokter
Sumber gambar : Pixabay

Update Ilmu di Studimedis.com

Memanfaatkan masa ini, aku ingin lebih banyak menerjemahkan dan membuat artikel di blog.

Karena COVID-19 ini adalah kasus yang benar-benar baru, banyak yang masih belum diketahui. Misalnya obat apa yang paling efektif, gejala apa yang paling menggambarkan, komplikasi apa yang mungkin terjadi, dan lainnya. Baru hari ini aku baca kalau ada beberapa obat seperti ibuprofen ternyata tidak boleh diberikan pada orang yang terinfeksi corona. Hal tersebut membuatku ingin menemukan jurnalnya dan bikin bahasannya di blog.

Meskipun hanya blog kecil, aku harap aku bisa ikut bermanfaat. Menyebarkan informasi dari sumber pertama.

Tunggu update selanjutnya yak! Stay healthy semuanyaaa!

Koas siap melawan COVID-19

Data yang digunakan dalam artikel ini berasal dari:

1 thought on “COVID-19 dan Penundaan Masa Koas

  1. Pingback: Yuk, Ikutan Belajar di Kelas Gratis Cousera! - Studi Medis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *