[Abstrak] Tidur dan Olahraga yang Tidak Adekuat Berhubungan dengan Burnout dan Depresi diantara Mahasiswa Kedokteran

Kebiasaan Tidur

Tujuan : Peneliti menyelidiki korelasi antara tingkat olahraga yang rendah atau tidur yang tidak adekuat pada tingkat burnout dan depresi yang lebih tinggi  pada mahasiswa kedokteran.

Metode : Mahasiswa kedokteran dari semua tingkat  yang ada di Sekolah Kedokteran Universitas Pittsburgh, Pittsburgh, PA, USA, diundang untuk berpartisipasi pada survei online anonim pada musim gugur 2012 dan musim dingin 2013. Pengukuran yang divalidasi digunakan untuk memeriksa variabel olahraga, tidur, burnout dan depresi

Hasil : Jumlah data responden yaitu 28,7% merupakan mahasiswa awal tahun ajaran dan 22,6% pada tengah tahun ajaran. Secara keseluruhan, nilai burnout adalah 22,4% pada awal tahun ajaran dan 19,2% pada tengah tahun. 8% dari mahasiswa yang diskrining merupakan positif mengalami depresi pada awal tahun dan 9,3% pada tengah tahun. Penurunan frekuensi dari olagraga berkorelasi dengan menurunnya sikap profesional. Kantuk patologis juga berhubungan secara signifikan pada prevalensi yang lebih tinggi dari burnout. Tidur yang tidak adekuat berkorelasi pada sikap profesional dan tingginya tingkat kelelahan. Burnout juga diasosiasikan dengan depresi. Skrining depresi yang positif, tidur yang patologis dan tidur kurang dari 7 jam saat malam adalah prediktor independen pada burnout.

Kesimpulan : Kebiasaan tidur, olahraga, dan skrining depresi yang positif dapat diasosiasikan dengan resiko burnout pada populasi mahasiswa kedokteran

Keyword : Burnout, depresi, Mahasiswa Kedokteran, Olahraga, Tidur

Jurnal dapat diakses di : Springer Link

Abstrak diatas merupakan bagian dari jurnal Wolf, MR., Rosenstock, JB., 2017. Inadequate Sleep and Exercise Associated with Burnout and Depression Among Medical Students. Untuk mengakses terjemahan jurnal ini (Bahasa Indonesia) secara penuh, hubungi kontak saya.

1 thought on “[Abstrak] Tidur dan Olahraga yang Tidak Adekuat Berhubungan dengan Burnout dan Depresi diantara Mahasiswa Kedokteran

  1. Pingback: COVID-19 dan Penundaan Masa Koas - Studi Medis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *