[Abstrak] Stimulasi Kafein pada Sekresi Kortisol Selama Waktu Bangun dan Hubungannya pada Kadar Asupan Kafein

Tujuan : Kafein meningkatkan sekresi kortisol pada orang-orang saat istirahat atau saat mengalami tekanan mental. Belum diketahui apakah toleransi berkembang karena adanya asupan harian kafein dalam diet. Kami kemudian menguji respon kortisol terhadap kafein setelah kadar asupan kafein terkontrol.

Metode : Laki-laki (n=48) dan wanita (n-48) mengikuti uji crossover double-blind selama lebih dari 4 minggu. Pada setiap minggu, subjek dijauhkan dari kafein diet dan meminum kapsul 0mg, 300mg atau 600mg/hari pada 3 dosis terpisah. Pada hari ke 6, mereka akan meminum kapsul berisi 0mg atau 250mg pada jam 9:00 AM, 1:00 PM, dan 6:00 PM, dan kortisol diambil sampelnya dari saliva 8 kali sehari dari jam 7:30 AM ke 7:00 PM.

Hasil : Setelah 5 hari absen kafein, dosis uji kafein menyebabkan peningkatan kuat pada kortisol sepanjang hari pengujian (p < 0,0001). Sebaliknya, 5 hari asupan kafein dengan dosis 300mg/hari dan 600mg/hari meniadakan respon kortisol awal dari jam 9:00 AM, meskipun begitu kadar kortisol naik lagi antara jam 1:00 PM sampai 7:00 PM (p=0,02 ke 0,002) setelah dosis kafein kedua diminum pada jam 1:00 PM/ Kadar kafein menurun ke kadadr kontrol ketika periode sampling malam hari.

Kesimpulan : Respon kortisol ke kafein turun, namun tidak hilang sama sekali, pada laki-laki dan perempuan muda dan sehat yang mengonsumsi kafein sehari-hari.

Keyword : Kafein, Kortisol, Laki-laki, Wanita, Toleransi.

Jurnal dapat diakses di : PMC

Abstrak diatas merupakan bagian dari jurnal Lovallo, W., Whitsett, T., Wilson, M., et al., 2005. Caffeine Stimulation of Cortisol Secretion Across the Waking Hours in Relation to Caffeine Intake Levels. Untuk mengakses terjemahan jurnal ini (Bahasa Indonesia) secara penuh, hubungi kontak saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *