[Abstrak] Patofisiologi Kejang Epilepsi: Acuan Primer Untuk Dokter Anak

Pengantar

Kejang adalah salah satu gangguan neurologis yang paling umum menyerang anak-anak. Sebanyak 5% anak pernah mengalami kejang pada masa kanak-kanak. Meski banyak epilepsi, terutama yang refrakter  dikelola oleh spesialis di bidang neurologi atau epilepsi pediatrik, dokter anak umum  kadang juga diminta untuk mengelola anak-anak yang menderita kejang akut dan kronis. Oleh karena itu, itu  penting untuk memahami beberapa mekanisme patofisiologis dasar yang mendasari kejang epilepsi. Pemahaman ini akan memungkinkan dokter untuk memilih obat yang paling tepat  untuk jenis kejang dan pengaturan klinis yang diberikan

Kejang bisa menjadi tantangan tersendiri untuk diobati. Untungnya, selain obat-obat agen antikonvulsan yang tersedia sebelumnya, penggunaan obat antiepilepsi baru (AEDs) telah muncul dalam 5 tahun terakhir. Beberapa obat ini dirancang untuk mengatasi cacat patofisiologi spesifik dalam urutan kejadian yang mengarah ke generasi selanjutnya atau penyebaran kejang. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui asas-asas neurofisiologi seluler seebagai dasr untuk memahami bagaimana fungsi neuron normal berjalan serba salah saat epilepsy. Pertama, Transmisi sinaptik normal dan penembakan neuron diringkas. Selanjutnya, patofisiologi kejang akut dan kronis dibahas. Akhirnya, mekanisme dimana AED mengendalikan Hiperexcitability yang mendasari epilepsi dipertimbangkan.

Jurnal dapat diakses di : American Academy of Pediatrics Journal

Abstrak diatas merupakan bagian dari jurnal Carl E. Stafstrom (1998) dengan judul The Pathophysiology of Epileptic Seizures: A Primer For Pediatrician. Untuk mengakses terjemahan jurnal ini (Bahasa Indonesia) secara penuh, hubungi kontak saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *