[Abstrak] Efek dari BMI Sebelum Kehamilan, Peningkatan Berat Badan Gestasional Pada Outcome Kehamilan

Latar belakang : Status nutrisi dari perempuan telah dipertimbangkan sebagai indicator prognostic yang penting dalam outcome/hasil pada kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efek dari ragam kategori BMI danĀ  peningkatan berat badan gestasional yang berpengaruh pada outcome kehamilan.

Metode : 270 wanita diikutsertakan dalam penelitian ini. BMI dikategorikan dan berat badan dibagi pada dua grup yaitu normal dan abnormal berdasarkan rekomendasi dari IOM. Chi square dan one way ANOVA digunakan dalam analisis univariat dari hubungan antara berat badan dan efek samping yang berpengaruh pada outcome (kelahiran sesar, kelahiran premature, BBLR). Odds ratio yang disesuaikan untuk efek samping outcome ditentukan berdasarkan model regresi multiple logistic, sementara faktor lainnya yang dikontrol yaitu : faktor ibu, usia, parita, dan pendidikan.

Hasil : Untuk wanita dengan BMI sebelum kehamilan <19, rerata berat badan bayi baru lahir secara signifikan rendah (P<0,05). Peningkatan berat badan abnormal pada kehamilan tidak berpengaruh pada peningkatan resiko dari kelahiran premature atau kelahiran sesar, namun berhubungan tinggi dengan berat bayi lahir rendah (P<0,05)

Kesimpulan : Upaya harus dilakukan untuk mencapai peningkatan berat yang wajar agar dapat mengurangi resiko BBLR. Karenanya, perhatian khusus harus dilakukan pada wanita yang BMI sebelum kehamilannya rendah.

Jurnal dapat diakses di : BMC

Abstrak diatas merupakan bagian dari jurnal Yekta, Z., Ayatollahi, H., Porali, R., dan Farzin, A., 2006. The effect of pre-pregnancy body mass index and gestational weight gain on pregnancy outcomes in urban care settings in Urmia-Iran. Untuk mengakses terjemahan jurnal ini (Bahasa Indonesia) secara penuh, hubungi kontak saya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *